Senayan

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Ayat Pedang Versus Ayat Damai (Menafsir Ulang Teori Naskah Dalam A-Quran)
Bookmark Share

Text

Ayat Pedang Versus Ayat Damai (Menafsir Ulang Teori Naskah Dalam A-Quran)

Wardani - Personal Name;

Istilah ayat pedang tersebut muncul dari statemen Ali bin Abi Talib (wafat 40 H), sebagaimana diriwayatkan oleh Sufyan bin 'Uyaynah (wafat 198 H) bahwa Nabi Muhammad diutus dengan pedang, dengan merujuk kepada Q. 9/113:5. Statemen ini kemudian memicu perdebatan di kalangan para penafsir al-Qur'an, termasuk tentang keberlakuannya. Ada empat pendapat yang berkembang yaitu pertama pendapat bahwa ayat tersebut muhkam, kedua menganulir (nasikh) ayat lain, ketiga teranulir (mansukh) secara internal, dan keempat teranulir (mansukh) dengan ayat lain. Pendapat yang paling kontroversial adalah bahwa ayat ini dianggap menganulir banyak ayat damai (yang sering disebut sebagai ayat-ayat kesabaran, pemberian maaf, atau ayat rekonsiliasi) yang mencapai seratus tiga puluh lima ayat yang memerintahkan agar kaum muslim bersifat toleran dengan komunitas-komunitas non-muslim.rnKontroversi tersebut terjadi karena beberapa faktor yaitu perdebatan klasik tentang keberadaan teori penganuliran (nasakh), penafsiran yang tidak orisinal, seperti persoalan bagaimana mempertemukan pesan partikular-universal ayat, problem semantik, ketegangan antara otoritas keagamaan dan akal, bias teologis, bias juridis, dan bias sufistik, serta konteks sosio-historis dan politis, seperti konteks perang salib dan menguatnya gerakan ke arah Islam politis. Penganuliran ayat-ayat damai dengan ayat pedang tersebut, yang berpengaruh besar dalam perumusan fiqh jihad, berakibat terjustifikasinya kekerasan terhadap non-muslim.rnBuku ini dalam penjabarannya terbagi atas enam bab pembahasan yang mencakup bab 1 pendahuluan; bab 2 wacana penganuliran (naskh) al-Qur'an : survei kritis atas konsep dan sejarah pemikiran; bab 3 ayat pedang (ayat al-Sayf) : pelacakan asal-usul istilah, identifikasi dan kontroversi status keberlakuan (ihkam atau naskh); bab 4 dari teks ke konteks : kritik atas penganuliran ayat-ayat damai; bab 5 implikasi penganuliran ayat-ayat damai dalam perumusan fiqh jihad dan pembahasan ditutup pada bab 6 penutup.


Availability
#
Perpustakaan Balai Diklat Keagamaan Aceh (RAK 200) BDK 297.1226 AYA w
BDK00039
Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
BDK 297.1226 AYA w
Publisher
Jakarta : Kementrian Agama RI., 2011
Collation
500 hlm. . ; 24 X 17cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-797-337-7
Classification
297.1226
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
Cet. 1 Desember 2011
Subject(s)
Alquran
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Senayan
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?